Latar Belakang

Menjembatani Dua Dunia

Kamus Hokkien Nusantara dibangun untuk mendokumentasikan bahasa Hokkien yang benar-benar diucapkan di jalanan dan kopitiam Indonesia, bukan sekadar teori buku teks.

Masalah Kamus Standar

Jika kamu adalah anak muda keturunan Tionghoa-Indonesia yang ingin belajar bahasa Hokkien, kamu akan menemui jalan buntu. Saat mencari di internet, kamu hanya akan menemukan kamus bahasa Hokkien Taiwan (Taigi) atau Amoy.

Masalahnya? Bahasa Hokkien kita sudah berevolusi.

Kamus Taiwan tidak tahu apa itu "Loteng", "Cincai", atau "Gopek". Mereka mengajarkan tata bahasa murni (seperti "Wa ê chhia"), padahal kita di Indonesia menggunakan tata bahasa campuran ("Wa punya mobil"). Website ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dan memvalidasi bahasa ibu kita.

Medan & Selatpanjang

Proyek ini lahir dari pengalaman pribadi saya (Ken). Keluarga inti saya menetap di Medan, sehingga bahasa sehari-hari saya adalah dialek Medan (seperti Pui dan Ai).

Namun, keluarga besar saya berasal dari Selatpanjang (Riau). Seumur hidup, saya terbiasa melakukan code-switching otomatis—langsung mengganti kosakata menjadi Png dan Be saat berkomunikasi dengan keluarga besar di Riau. Platform ini adalah perwujudan dari dua dunia tersebut.

Open Data & Teknologi

Platform ini dibangun sebagai Cultural Archive. Dibangun menggunakan teknologi modern (Astro, Tailwind CSS, dan React) agar secepat mungkin diakses dari perangkat mobile.

Berbeda dengan kamus biasa, arsitektur database website ini secara khusus dirancang untuk mendeteksi dan membandingkan variasi dialek Zhangzhou (Medan/Penang) dan Quanzhou (Riau/Batam).

Bantu Bangun Kamus Ini

Bahasa Hokkien hidup dari tradisi lisan. Jika ada kosakata slang daerahmu yang belum masuk ke kamus ini, mari berkontribusi!